Facebook | Contact Us Copyright 2011. www.softkid.net . All Right Reserved

,



Pakan Ternak Sapi Bali

Sapi maupun ternak ruminansia lainnya mempunyai keterbatasan dalam mengkonsumsi ransom. Hijauan maupun rumput-rumputan yang tumbbuh di daerah tropis seperti Indonesia relative cepat tumbuh, tetapi kandunga gizinya relative rendah. Oleh karena itulah, sapi-sapi yang digemukkan dengan hanya memberikan hijauan saja tanpa adanya penambahan pakan ini berupa konsentrat tidak mungkin mencapai pertambahan bobot badan yang tinggi (Siregar, 2007).
Untuk penggemukan sapi dalam waktu yang relative singakt maka ransom yang diberikan haruslah terdiri dari hijauan dan konsentrat. Penggemukan sapi dalam waktu yang relative singakt berarti pertambahan bobot badan yang akan disapai harus tinggi (Sugeng, 2000).
Pada umumnya ternak sapi lebih menyukai rumput hijauan ini dikarenakan sapi adalah hewan herbivore (pemakan rumput). Rumput memiliki berbagai jenis dan spesies. Pada umunya rumput yang sering dikondumsi oleh ternak sapi ialah rumput gajah, rumput benggala dll (Anonim, 2007). Pada proses penggemukan sapi bali kita menfokuskan pada pemberian rumput gajah, ini lebih efisien karena tersedianya lahan rumput gajah yang telah tersedia. Dismping jenis pakan rumput kita memberikan campuran konsentrat dengan komposisi dedak halus 60-80 %, dan dapat dilakukan sebagai gantinya yaitu ampas pabrik tahu, mineral 1-2 %, garam (NaCl) 1-2 %, molasses 2-3 % dan air secukupnya.
Pembuatan pakan ini sangatlah mudah yaitu dengan mencampurakan bahan pakan yang tersedia dengan baik dan merata kemudian mencampurnya dengan air hingga terbentuk adonan. Perlu diketahui bahwa penggemukan yang dilakukan pada praktikum ini dengan jumlah ternak yang digemukkan sebanyak dua ekor dengan jenis kelamin jantan. Pemberian pakan berupa rumput hijauan diberikan pada pagi harinya namun pengambilan (cat and cerry system) dilakukan pada sore harinya dalam artian rumput dibermalamkan ini bertujuan agar kandungan air pada rumput hijaun dapat berkurang dengan demikian akan memberikan tingkat palatabilitas pakan lebih baik dan ini disukai oleh ternak. Manajemen ini dilakukan berdasarkan pada pengaruh pemberian pakan basah pada ternak yang dapat memberi dampak negative misalnya terserang penyakit parasit nematode, trematoda dan cestoda.
Ada bebrapa persiapan ransom penggemukan yang perlu dipertimbangka dalam melakukan penggemukansapi bali yang terdiri dari pakan konsentrat, pakan hijauan dan suplemen atau mineral.
1. Pakan konsentrat.
 Pakan konsentrat atau pakan penguat dapat diberikan dapat diberikan dalam bentuk yang jadi seperti GT.03.
 Pakan konsentrat untuk sapi di lahan sawa irigasi dapat berupa : dedak, jagung, dedak padi, onggok, gaplek, ampas tahu, bungkil kelapa atau bungkil kedele, disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan di derah setempat.
 Jumlah konsentrat yang diberikan sangat tergantung pada bahan yang diberikan, derajat kekeringan, bobot badan sapid an target kenaikan bobot badan per hari per ekor yang diinginkan.
 Waktu pemberian pakan konsentrat sebaiknya pagi hari antara pukul 8 – 9 pagi sebelum pemberian hijauan dalam jumlah banyak dan jangan kaget kalau sementara waktu sapi menjadi mencret.
2. Pakan hijauan
 Pakan hijauan yang diberikan untuk sapi penggemukan dapat berupa rumput gajah, rumput lapangan, daun jagung, daun ubi jalar, daun kacang dan limbah pertanian linnya dalam bentuk segar.
 Untuk daerah lahan sawah irigasi biasanya hijauan segar sulit diperoleh. Sedangkan jerami cukup banyak tersedia. Oleh karena itu pakan hiajuan sapi yang digemukkan di lahan sawah irigasi dapat diberikan jerami padi. Untuk meningkatkan kualitas jerami terlebih dahulu di buat silase melalui fermentasi. Namun apabila pakan hijauan di daerah itu cukup banyak tersedia, maka penggunaan jerami untuk pakan tidak perlu lagi.

Artikel Terkait:


Related Articles



0 Response to "Pakan Ternak Sapi Bali"

Poskan Komentar