Facebook | Contact Us Copyright 2011. www.softkid.net . All Right Reserved

,



Fertilisasi

Sebelum spermatozoa dapat membuahi ovum, maka spermatozoa harus mengalami pematangan. Kemudian spermatozoa mengalami peristiwa :
1. reaksi kapasitasi : selama beberapa jam, protein plasma dan glikoprotein yang berada dalam cairan mani diluruhkan.
2. reaksi akrosom : setelah dekat dengan oosit, sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan terpengaruh oleh zat-zat dari corona radiata ovum, sehingga isi akrosom dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak dengan lapisan corona radiata. Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan corona radiata, trypsine-like agent dan lysine-zone yang dapat melarutkan dan membantu sperma melewati zona pellucida untuk mencapai ovum.
Spermatozoa yang telah matang pada saat terjadi kopulasi, spermatozoa di semperotkan ke dalam vagina. Karena keasaman pH vagina sehingga sebagian besar sel spermatozoa gugur , sehingga hanya spermatozoa yang berada di tengah saja yang mampu meneruskan perjalannya. Kemudian spermatozoa masuk kedalam cerviks, karena kedaan ceviks yang sangat berliku – liku sehingga sebagian spermatozoa tidak mampu bertahan dan akhirnya mati sebelum berhasil membuahi ovum. Spermatozoa yang masih mampu bertahan kemudian masuk ke dalam uterus, di dalam uterus ini sebagian spermatozoa di makan oleh sel – sel darah putih yang terdapat di dalam uterus. Spermatozoa yang berhasil tidak termakan oleh sel darah putih dalam uterus, maka spermatozoa mulai kehabisan energi sehingga sebagian mati di dalam perjalanan menuju ke dalam tuba fallopi. Kemudian sperma berhenti di AIJ untuk menambah energi dan menunggu ovum yang dating. Ovum yang berhasil di ovulasikan akan menuju ke AIJ (Ampulla Isthmus Junction). Pada saat ovum datang sel spermatozoa belomba – lomba menuju ovum. Spermatozoa yang paling pertama berhasil menuju ovum, maka secara otomatis granu – granu kortikoid akan berjatuhan. Dan membrane vitellin akan menebal. Hal inilah yang disebut dengan blockade vitellin ( Yosemite, 2009 ).

Artikel Terkait:


Related Articles



0 Response to "Fertilisasi"

Poskan Komentar