Facebook | Contact Us Copyright 2011. www.softkid.net . All Right Reserved

,



Penyakit Pink eye pada kambing dan domba

Penyakit Pink eye pada kambing dan domba
Pink eye adalah penyakit mata akut yang menular dan ditandai dengan kemerahan pada selaput mata (konjungtiva) dan kekeruhan pada kornea. Penyebab pink eye pada kambing dan domba adalah Rickettsia (Colesiota) conjuctivae, Mycoplasma conjuctivae, Branhamella catarrhalis dan Chlamydia. Rickettsia merupakan mikroorganisme berbentuk pendek, bersifat gram negatif dan hanya tumbuh pada media hidup saja, misalnya telur ayam. Disamping itu juga, diperoleh isolat Moraxella ovis dan Staphylococcus aureus dari kasus tersebut walaupun keduanya sangat jarang sebagai agen penyebab pink eye pada kambing.
Penyebab penyakit Pink eye
Penyebab pinkeye berupa bacteria, virus, rikettsia maupun Chlamydia. Pinkeye pada domba sering kali disebabkan oleh Rikettsia conjunctivae, Mycoplasma conjunctivae, Branhamella catarrhalis dan Chlamydia. Cara penularan agen penyakit ini melalui debu, lalat, rumput dan percikan air yang tercemar. Gejala klinis akan terlihat setelah masa incubasi 2-3 hari hingga 3 minggu,. Awalnya nampak adanya vasodilatasi pembuluh darah di area cornea, yang diikuti oedem pada conjunctiva. Sehingga hewan akan menunjukkan lacrimasi, blepharospasmus dan fotofobia. Kadang gejala umum pun akan Nampak, missal demam, nafsu makan turun dan produksi akan turun pula. Kekeruhan cornea dimulai dari bagian tengah dan menyebar keluar setelah 2 kali 24 jam terinfeksi dan 2 kali 24 jam kemudian akan terjadi ulcus pada cornea sehingga seluruh cornea akan mengalami kekeruhan total pada hari keenam. Kerusakan cornea yang parah dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi ini menyerang mata secara unilateral atau bilateral.
Penyakit ini disebabkan mata kembing terkena benda-benda tajam, misalnya ujung kayu, debu, dan duri atau dapat juga karena parasit. Gejala penyakit ini antara lain (1) mata berair dan kemerahan; (2) selalu menghindar dari sinar matahari; (3) biasanya diikuti pembengkakan di sekitar mata. Pengendalian penyakit yang dapat dilakukan diantaranya adalah menghindari pemberian hijauan yang terdapat duri, pembersihan kandang, dan pemberian salep mata disarankan pada kambing yang menderita pink eye
Gejala penyakit Pink eye
Masa inkubasi penyakit ini adalah 2-3 hari, tetapi dapat juga sampai 3 minggu. Gejala klinis yang nyata adalah radang pada selaput mata, pembendungan pembuluh darah di kornea, kemerahan pada bagian mata yang putih dan diikuti oleh bengkaknya kelopak mata. Ternak mengalami photophobia, yaitu takut pada sinar matahari. Kelenjar lacrimaris menjadi sangat aktif sehingga mata selalu berair. Gejala ini jelas terlihat pada sudut mata (canthus medial) dan muka hewan dibawah mata yang selalu basah. Mata yang basah tersebut lebih sering tertutup. Bulu mata sering melekat, akibatnya kambing akan sulit mengambil pakannya dengan baik. Kondisi ini menyebabkan penurunan bobot badan dengan cepat. Kadang-kadang selaput mata yang meradang bisa menjadi borok karena infeksi sekunder sehingga dapat menyebabkan kebutaan. Kekeruhan kornea mulai berkurang dan apabila kondisi hewan cukup baik, maka mata akan sembuh total dalam 3-5 minggu tergantung pada penyebab dan keganasan penyakitnya. Kekebalan pasca infeksi pada domba dan kambing berlangsung antara 100 sampai 250 hari, setelah itu ternak akan kembali peka.
Cara penularan penyakit Pink eye
Penularan pink eye dapat terjadi melalui kontak dengan ternak terinfeksi, serangga (lalat), rumput dan percikan air yang tercemar. Penyakit ini sering terjadi pada musim panas karena banyaknya debu dan meningkatnya populasi lalat Musca autumnalis sebagai vektor. Pink eye dapat juga terjadi pada waktu ternak dalam perjalanan (transportasi) sehingga menimbulkan iritasi oleh debu atau sumber-sumber lain yang menyebabkan goresan. Perubahan cuaca yang mendadak, terlalu padatnya ternak dalam kandang dilaporkan dapat memicu terjadinya penyakit ini.
Penularan penyakit ini dapat melalui debu, lalat dan percikan air yang tercemar oleh bakteri. Pada musim panas, penyakit ini sering ditemukan karena adanya debu dan lalat. Masa tunas dari pink eye berlangsung 2-3 hari ditandai dengan kongesti pada selaput lendir mata dan kornea. Hewan yang terinfeksi mengeluarkan banyak air mata, blefarospasmus, dan fotopobia. Kekeruhan kornea dapat terjadi 2 hari setelah infeksi, ulkus pada kornea timbul hari ke-4 dan kemudian pada hari ke-6 seluruh kornea menjadi keruh yang berakhir dengan kebutaan
Pink eye merupakan salah satu penyakit menular pada domba dengan gejala khas kemerahan conjunctiva dan kekeruhan cornea. Biasanya hewan yang mengalami penyakit tersebut adalah hewan yang masih berusia muda. Hal ini disebabkan oleh tingkat imunitas dirinya yang masih rendah sehingga mudah terinfeksi oleh agen penyakit. Walau demikian hewan yang pernah terinfeksi dapat reinfeksi dan bertindak sebagai carrier. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan, tetapi jarang menyebabkan kematian.
Pinkeye sulit untuk dibedakan dari Conjunctivitis traumatic, thelaziasis, keratitis dan penyakit ISPA. Proses penyembuhan pinkeye dimulai dengan berkurangnya derajat kekeruhan mata secara bertahap hingga 3-5minggu. Domba yang menderita pinkeye akut akan menunjukkan kondisi cornea berwarna terang transparan akibat kerusakan cornea.
Cara pencegahan/pengobatan
Pengobatan hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan memberikan antibiotika seperti tetrasiklin atau tylosin. Salep mata atau larutan yang mengandung antibiotika seperti chloramphenicol, oxytetracycline dan campuran penicilin-streptomycin dilaporkan dapat memberikan hasil yang baik. Untuk membantu proses penyembuhan sebaiknya ternak diistirahatkan ditempat yang teduh (tidak terkena sinar matahari), kandang harus selalu bersih serta pemberian pakan dan minum yang cukup. Ternak yang sakit dikarantina sehingga jauh dari ternak lain yang sehat.

Pengobatan secara tradisional
Mata ternak dicuci dengan air hangat. Semprotkan dengan teh dan garam yang dilarutkan dalam air hangat. Penyemprotan dilakukan oleh mulut kita. Sesudah disemprot berikan obat tetes mata atau salep mata manusia. Pengobatan ini dilakukan setiap hari hingga sembuh.

Artikel Terkait:


Related Articles



0 Response to "Penyakit Pink eye pada kambing dan domba"

Poskan Komentar